Pengalaman Mendapatkan Uang

Sabtu, 28 september 2013 menjadi saksi bisu akan hal yang paling menakjubkan yang pernah aku rasakan. Karena ini adalah kali pertama bagi aku sendiri merasakan hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan bisa terjadi. Hari ini lewat cerita dari senior – senior s2 ditambah dari trainer yang mengisi kegiatan outbound di hari ini menyampaikan bahwa di gelombang sebelumnya batch 7 pernah menjual satu buah pena dengan harga 500.000 rupiah. Tentu bagi aku secara pribadi, hal yang tidak masuk akal.

Kegiatan outbound di mulai jam 4.30 Wib dini hari. Begitulah pengumuman terakhir yang aku dengar dari senior yang menempuh pendidikan S2. Dengan penuh kesungguhan pagi itu sekitar jam 03.00 wib aku baru mulai memejamkan mata karena mengerjakan berbagai tugas dan lain hal yang musti ku lakukan. Sekitar jam 04.00 wib aku terbangun dari tidurku setelah dibangunkan oleh teman sekamar ku. Setelah itu langsung mandi dan persiapan untuk shalat shubuh. Sekitar jam 04.50 wib aku sampai di Gedung SEAMOLEC. Ketika itu aku melihat sudah ada sekitar 10 orang teman angkatan ku, 2 orang senior S2 dan satu orang bapak pelatih sekaligus trainer buat kegiatan hari ini yaitu Bapak Dr. Sostenes Stanley Surlia Spsi., MPsi. Karena waktu itu aku belum melaksanakan shalat subuh, maka sesampai disana aku langsung menuju mushalla. Sekitar 10 menit kemudian aku melihat ke arah luar ternyata sudah banyak teman – teman yang berkumpul di lapangan. Aku bergegas menuju ke sana dan langsung berbaris di kelompok yang telah di tentukan di hari sebelumnya. Kali ini aku bergabung dengan kelompok “KUDA”. Di hari pertama kelompok kami berhasil mendapatkan 4 buah bintang yang diperoleh dari Juara 2 yel – yel kelompok.gg

Pagi ini di awali dengan perlombangan pembacaan naskah Pembukaan Undang – undang Dasar 1945 satu per satu ke depan dengan hadiah beberapa bintang. Setelah perlombaan Pembukaan Undang – undang selesai, selanjutnya adalah perlombaan Pembacaan Sumpah Pemuda. Satu per satu teman dari kelompok ku sendiri dan juga dari kelompok lain maju kedepan, banyak diantara mereka yang keliru melafalkannya. Kemudian aku coba beranikan diri untuk tampil membacakan sumpah pemuda di hadapan teman- teman. Alhamdulillah berkat kemudahan yang diberikan oleh Allah aku berhasil menyampaikannya dengan baik. Dan sebelum aku beralih dari hadapan teman- teman, tiba – tiba anggota kelompok ku menggendongku saking senangnya kita berhasil. Namun, yang kami harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Tiba – tiba pelatih mengatakan ada kekurangan di kata “ Kami menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia” . Seharusnya adalah “Kami menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Kemudian salah satu dari temanku bertanya, “tadi kamu ngomong apaan ki ?”. “Lah aku lupa. hehe” jawab ku. Sehingga akhirnya aku tidak berhasil memberikan bintang untuk kelompok ku.

Setelah itu kami diberikan waktu istirahat dan makan sejenak sebelum kembali memulai kegiatan selanjutnya yakni merayap di bawah jarring, menghubungkan bambu, spiderman (melewati jaring laba – laba), mengisi air dengan satu buah ember yang di ikat, mengisi air pada satu pipa yang di lobangi, dan yang terakhir itu kegiatan menyambung potensi diri. Perlombaan demi perlombaan kami lalap dengan penuh suka dan cita. Dan tibalah waktu nya bagi kami untuk mengakhiri perlombaan hari ini dengan berakhirnya perlombaan menyambung potensi diri. Ketika itu kelompok kami, kelompok KUDA berhasil memenangkan juara 2 pada perlombaan ini dan bintang pun semakin bertambah.

Sekitar jam 17.00 wib kegiatan perlombaan pun selesai. Dan kita pun di suruh untuk berjualan pena dengan harga tertinggi sesuai yang telah di instuksikan oleh Bapak Gatot dan juga Bapak Stanley. Sebelum berankat menawarkan pena kepada orang lain, aku melihat jam sudah menunjukkan 17.45 wib. Tentu sebentar lagi adzan magrib akan berkumandang. Ternyata benar, beberapa menit perjalanan, adzan magrib pun berkumandang hingga akhirnya aku dan temanku memutuskan untuk shalat magrib terlebih dahulu. Setelah shalat magrib selesai, aku bersama temanku memutuska untuk langsung menuju rumah kos saja, melihat waktu yang sudah  berjalan dan kami harus berada kembali di gedung SEAMOLEC jam 19.30 wib.

Ketika sampai di tempat kos, kami melihat Ibu kos sedang melaksanakan shalat magrib, berselang beberap waktu, akhinya beliau keluar dan menghampiri kami. Dan aku pun memulai percakapan dengan menanyakan perihal kos an terlebih dahulu karena adanya pengumuman dari Bapak Gatot bahwa minggu depan kita masih di SEAMOLEC sehingga tempat kos di tambah lagi 1 minggu ke depan. Sepanjang obrolan di malam itu, tiba  – tiba ibu kos bertanya

“ Lho.. ini baju apa?  Kok pake baju begini?”

“Ini baju outbound hari ini buk, dan sekarang kita lagi belajar entrepreneur, menjual pena ini. Nanti sekitar jam setangah 8 kembali ke SEAMOLEC lagi.” Jawab ku

“Jadi begini buk.. “ salah seorang teman saya tampaknya memulai percakapannya untuk menawari ibuk tersebut.

“Kita sedang belajar menjadi entrepreneur, untuk jualan pena ini. Mungkin dari segi harga, harga pena in tidak begitu berharga. Tetapi mungkin dari segi lainnya sangat berarti. Dan uang ini akan kami gunakan untuk bantuan uang kuliah nantinya jika ada teman yang kekurangan uang kuliah.” Jelasnya.

Setalah percakapan panjang, akhirnya ibuk kos bilang “ Baiklah.. saya akan bantu” dan Beliau langsung beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam rumah kemudian memberikan beberapa lembar uang kertas warna biru kepada ku

“ Ini… semoga bisa membantu ya. Sayang, sekarang bapak sedang gak ada di rumah. Mungkin kalau ada bisa bantu juga”

“Gak apa2 buk. Terima kasih buk” Jawab ku

Dan akhirnya ibuk kos mengambil 2 buah pena dengan harga 100ribu rupiah. Masya Allah.. sungguh tidak menyangka sekali. Pena yang berharga mngkin tidak sampai 5ribu rupiah bisa dijual dengan harga 50ribu rupiah satu buah nya.

Selain menawarkan kepada Ibuk Kos sendiri saya juga terus mencoba menawarkan produk ke pada orang lain, ada yang group ITSD, ada ke kenalan yang ada di Jawa Timur.

Jujur, sebenarnya kalau bagi aku pribadi niatnya semua hasil pendapatan yang aku dapatkan itu adalah untuk misi kemanusiaan suriah yang kini kondisi muslim disana sangat terancam sekali Karena penindasan oleh rezim syi’ah.

Aku berfikir gini “ Kalau disini kita masih bisa enak-enakan tidur, makan masih bisa milih dan kuliah pun masih dalam tenang – tenang saja tanpa ada tekanan”. Maka dari itu, aku sudah bertekad untuk semua pendapatan penjualan ini aku infakkan untuk saudara-saudara muslim di Suriah.

Kemudian setelah itu, aku mulai melobi satu per satu kenalan aku. Kalau ke teman – teman di Komunitas ITSD (IT Support Dakwah) aku bilang begini

“ Maaf mas – mas.. mw numpang lewat bentar. Jadi gini mas,  ane ada beberapa buah pena yang musti ane jual.Ini juga sebagai bentuk merubah kebiasaan buruk ana untuk berani menjual sesuatu kepada orang lain. Dan untuk kali ini ana insya Allah semua pendapatan yang ana dapatkan ana sumbangkan buat saudara-saudara di Suriah. Bila ada diantara mas yang berminat silahkan di konfirmasi ya. Karena hasil pendapatan ini murni ana gunakan untuk sumbangan ke suriah. Jadi harga yang ane tawarkan minimal 50ribu rupiah dan maximal tak terbatas.  Syukron ya.. Barakallahu fik “

Nah.. dari message ini ada yang menanggapi yang macam – macam karena mereka melihat pena nya yang lucu, ada yang tidak menanggapi, ada yang mengatakan sudah ada,dan ada juga yang ledekin karena waktu itu aku bilang “pena nya emang pendek mas, tapi pas di buka bisa panjang”. Hehe..

Dari sekian banyak orang yang telah saya tawari Alhamdulillah ada yang dengan ikhlas membeli pena tersebut dan sekaligus untuk menyumbang kepada saudara muslim di Suriah. Beliau bernama Zulkarnain atau yang paling akrab di panggil momo. Awal aku kirim message aku menyampaikan hal yang sama dengan teman-teman sebelumnya, setelah sekian lama saling berbalas Message (SMS) kemudian beliau mengatakan

“Insya Allah besok saya transfer uangnya ya. Semoga antum bisa menjaga amanah ini dengan baik.”

Satu hari berlalu, kini tibalah hari senen. Hari yang mas Zulkarnain janjikan untuk men-transfer uangnya. Aku tunggu dari pagi hingga sore, ternyata tidak ada kabar. “Ya sudahlah.. mungkin beliau belum yakin dan percaya terhadap aku” gumamku.

Berselang beberapa jam, mas Zulkarnain mengirimkan saya message

“Akhi.. kenapa no rekening antum tidak terdaftar? Tadi saya sudah transfer tapi tidak bisa. Coba kirim no rekening yang lain ya?”

Setelah itu aku coba kirim rekening yang lain dan Alhamdulillah bisa dan beliau kemudian menyampaikan

“Mas.. uangnya sudah saya transfer 200ribu rupiah. Semoga mas bisa menjaga amanah ini dan mendapatkan pahala dari Allah. “

Masya Allah … sangat merinding saya ketika membacanya, Ternyata di dunia ini masih banyak orang – orang baik yang selalu menolong agama Allah. Dan insya Allah sesuai dengan janji aku diawal, uangnya akan di sumbangkan buat saudara-saudara muslim di Suriah.

Sungguh… sebuah hal yang tidak mungkin ternyata bisa menjadi mungkin dan tentu atas kehendak dari Allah. Dan dari sini lah aku belajar bahwa tidak ada yang tidak mungkin termasuk rupiah.

~Semoga Bermanfaat ~

Advertisements