mnAbdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Mengulangi ilmu (muroja’ah) sebagian malam lebih aku cintai dari pada menghidupkan malam itu seluruhnya (dengan ibadah sholat).”

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Duduk sesaat hingga aku memahami ilmu agama lebih aku cintai dari pada menghidupkan semalam suntuk (dengan beribadah).”

Imam an-Nawawi rahimahullah bertutur: “Tidak ada amalan setelah ibadah fardu yang lebih utama dari pada menuntut ilmu.”

Muthorrof -murid Imam Malik bin Anas- rahimahumallah berkata: “Keutamaan ilmu lebih menakjubkan bagiku dari pada keutamaan beribadah.”

al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah mengatakan: “Orang yang diberi ilmu itu banyak, namun orang yang diberi hikmah itu sedikit, maka berharaplah hikmah dari menuntut ilmu, sebab siapa yang diberi hikmah maka ia telah diberi kebaikan yang melimpah.”

(al-Mulim fi al-Aqwal al-Musyawwaqah li Tholibil-‘ilmi karya Dr. Muh. Fahd al-Wad’an, hal. 14-15)