Humm.. nafas ini terlalu berat untuk ku hirup… T_T

Patah hati

Perjalanan panjang perjuangan ini membuat aku berada di atas suasana dan gejolak yang tak menentu.  Jujur, secara pribadi aku sangat merindukan saat – saat dimana nikmatnya menuntut ilmu islam, datang ke kajian. Duduk di majelis ilmu , menikmati asyiknya membaca dan menelaah buku – buku para ulama islam.

Ya Allah.. sesakan dada ini terkadang tak mampu untuk ku tahan, berada kerasnya kehidupan kota bandung ini. Aku rindu syurga ya Allah.. tapi meraih syurga tak semudah yang di bayangkan. Hanya rahmat Mu yang dapat memasukkan hamba – hamba Mu kedalam syurga. Semoga Allah berikan aku rahmat hingga ku bisa masuk syurga. Aamiin.. Allahumma aamiin.

Ya Allah.. entahlah… aku tak ingin mengeluh dalam menjalani hidup ini. Tapi ini lah sebuah kenyataan . Aku berusaha berjalan di atas satu takdir ke yang takdir lainnya. Qaddarullah.. saat ini aku berada di kota ini, kota bandung. Kota terbesar nomor 2 di Indonesia.

Satu hal yang paling membuat aku tak tahan adalah dengan godaan syahwat. Kemana – mana itu syahwat semua. Ingin sekali aku menikah ya Allah.. tapi apa hendak di kata, keluarga belum memberikan aku izin untuk menikah. Insya Allah.. aku akan terus mencoba bertahan di atas gelombang fitnah ini meski terkadang aku sering terjatuh kedalam lembah kehancuran. Tapi aku ingin bangkit ya Allah.. aku inigin bangkit..

Belum kuat dengan godaan wanita, ditambah lagi dengan dentuman- dentuman music dimana2. Kadang – kadang ada teman yang main ke rumah, nyampe disini malah mutar music keras2. Entahlah.. aku sendiri bingung bagaimana menghadapi dunia ku ini. Tapi aku bersyukur Allah masih kuatkan aku dari terpaan badai ini.

Selain itu, semenjak pindah ke kota ini, baru 1 kali aku yang datang ke kajian dan duduk di majelis ilmu, bukan rasa enggan, tapi terkadang dunia yang terlalu melalaikan. Aku sendiri sebenarnya merindukan berteman dan duduk bersama orang – orang shaleh. Tapi qaddarullah.. tugas perkuliahan disini Masya Allah.. banyaknya. HIngga saat ini yang mampu aku lakukan adalah membaca artikel – artikel islam, mendengarkan kajian via radio streaming Radio Rodja bandung, Radio Ray Padnag , mendengarkan lantunan ayat- ayat alqur’an. Mungkin tak banyak yang bisa aku perbuat, tapi aku sangat berharap sekali semoga dengan hal yang sekecil ini aku masih bisa bertahan dalam gelombang fitnah ini. Satu hal yang paling aku takutkan adalah hilangnya rasa iman, hilangnya rasa cinta alqur’an, hilangnya rasa cinta mempelajari dan membela islam. Semoga Allah kuatkan aku.. aamiiin ya Allah…