7 Januari 2013 merupakan hari kedua aku bersama 3 temanku lainnya berada disini. Di sebuah pulau yang jauh dari keramaian kota, terpencil dan terpisah oleh sungai – sungai kecil yang panjang dan berliku tak ada ujung. Pagi itu aku terbangung sekitar jam 2.35 WITA. Terbangun dan tersadar bahwa aku belum melaksanakan shalat isya malamnya karena kelelahan dengan perjalanan dari Jakarta menuju Kalimantan utara ini. Kemudian aku bangkit dari tempat tidurku mengambil wudhu dan kemudian shalat isya dan dilanjutkan dengan shalat tahajjud. Setelah melakukan shalat aku kembali membuta laptop tercinta J dan memulai kegiatan sembari mendengarkan murrotal bang Azmi.  Ternyata tak lama setelah  itu aku tertidur dengan sendirinya, laptop masih dalam kondisi ON dan murrotal pun masih dalam kondisi PLAY. Qaddarullah, ternyata aku mengalami ketindihan. Itu sih istilah bekennya , tapi aku gak ngerti dalam istilah syar’I itu apa. Tapi yang aku rasakan waktu itu, aku seperti sadar, aku sedang tertidur dan  mendengar seolah – olah aku sedang melihat tapi itu masih dalam kondisi tertidur. Dan mata ku terasa tak bisa di buka, aku merasa sedang di kunci rapat di ruang kamar tidurku. Aku telah berusaha teriak – teriak untuk memanggil “ Bhayang.. Nur.. Tolong.. tolong” .. tapi mereka gak ada yang dengar, sudah seperti tercekik leher ini karena meminta tolong, tapi gak bisa keluar dan mata ku terbuka. Kemudian aku benar- benar pasrah, membaca beberapa ayat alqur’an dan terus bertawakkal kepada Allah, tapi seperti nya keadaan masih seperti itu. Aku masih belum bisa membuka mataku, dan aku masih terkunci di kamar tidurku. Setelah lama waktu berlalu, hingga akhirnya aku bisa membuka pintu kamar dan bertemu dengan kedua temanku. Dan aku tak tahu apa setelah itu yang menyebabkan aku ***** di pagi itu. Dan Alhamdulillah aku mendengar suara adzan subuh, dan saat itu pula aku bisa membuka mataku.

Alhamdulillah, lega rasanya bisa membuka mata kembali. Alhamdulillah… Ternyata aku masih berada di kasur tempat tidurku, kemudian aku bergerak ke luar menuju kamar kedua temanku. Kebetulan waktu itu aku berada sendiri dikamar, dan dua temanku yang lain berada di depan kamarku. Kemudian aku coba cerita kepada mereka berdua, kalau aku sangat lelah merasa tidak bisa membuka mata karena di ganggu setan ketika tidur. Yaaa,, ada diantara mereka yang menanggapi dengan biasa – biasa saja dan ada yang menanggapi bahwa aku “lebay” L . Hummh… zzzZZZxxXX (Kecewa zzzZZZzz )

Karena tak puas dengan tanggapan teman- teman setelah mandi ***** dan shalat shubuh aku memutuskan untuk berjalan ke luar dan ke bukit dekat masjid. Karena di sana lah aku bisa dapatkan sinyal untuk sekedar SMS atau WA. Dari sanalah aku mulai menanyakan kepada saudara ku yang lain, yang aku alami itu apa namanya dan penyebabnya kenapa. Ada yang mengatakan karena kondisi fisik yang kelelahan, ada yang karena lupa baca do’a dan tidak melakukan adab-adab tidur dengan benar dan ada juga celoteh yang aneh – aneh buat ngomporin aku NIKAH MUDA. Hahah.😛

Bagi aku pribadi sih, Nikah Muda sih ndak masalah, tapi ya … adalah factor internal sehingga aku belum mikah muda😛

Tinggaljan nikah muda, mari lanjut ke sesi selanjutnya. Hohoh .. maksud aku ke inti pembicaraan ini. J jadi, pengalaman yang paling menarik di tembikur ini adalah untuk mendapatkan sebuah sinyal saja minimal untuk SMS ya musti ke luar rumah dulu, minimal ke teras rumah lah kalau mau nelpon dengan suara yang jernih ya musti ke bukit dulu dan terpenting kalau mau internetan sekedar lihat info di beranda fb atau cari yang lain ya musti ke bukit dulu. Hehe… Ternyata hari ini masih ada ya beginian.😛 tapi aku yakin beberapa tahun kedepan pulau – pulau kecil di sini bakal maju karena kekayaan alam dan masyarakat yang sangat antusias untuk maju ditambah lagi adanya pemerintahan yang baru. Bahkan mungkin akan mengalahkan kampungku. Heegege.. wong ini aja sudah mirip kampong ku, bahkan lebih tragis lagi kampong ku masyarakat nya cuman berapa lah disekitaran rumah, kalau ini mah udah rame😛 tapi kalau keindahan pemandangan belum tentu kalah. Hhe

Meihat kejadian seperti ini, teman ku sampai bilang, mirip filmya “Tanah KU Tanah Surga, Indonesia” ya? Yang shooting nya di Kalimantan, Jadi cerita nya ada dokter dari Jakarta datang ke pulau, pas nyari sinyal sambil gini – gini (mempraktekkan mengangkat tangan dengan memegang HP sembari menggoyangkan kekanan dan kekiri . hehe)

2014-01-07 08.16.01

Dan di hari ini pun ada jadwal kita untuk rapat bersama team ComDev (Community Development) PT Pesona Khatulistiwa Nusantara berkaitan dengan kegiatan kita selama magang di Kalimantan Utara (Kaltara). Disana kita mulai menentukan joblist kegiatan kita selama disana. Kalau untuk pekerjaan dari ComDev aku dapat bagian membuata Database Koperasi, Website ComDev, Animasi Pertanian. Kemudian untuk mengajar di SD, SMP, SMK, SMA dan Universitas yang menjadi desa binaan Perusahaan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) serta sekolah milih pemerintah.

Setelah mendengar cerita dari karyawan ComDev, aku dapat menarik kesimpulan bahwa PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) merupakan perusahaan tambang terbesar yang ada di Kalimantan Utara. AKu rasa omset yang mereka capai tipa bulan sangat gede sekali, hal ini terlihat dari anggaran biaya, kemudian fasilitas kantor, dan lain sebagainya. Dan yang paling aku salutkan disini adalah mereka sangat peka dan peduli terhadap lingkungan terlebih terhadap masyarakat pedesaan dan kurang mampu untuk membantunya. Salut (Y) sehingga Perusahaan ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja juga menciptakan hal yang lainnya seperti di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya yang menjadi pilar utama dari ComDev PT PKN ini.

Dan yang paling aku salutkan adalah mereka dikaruniakan Allah jiwa – jiwa yang sangat baik. Semoga Allah membimbing mereka dan menunjukkan mereka jalan yang lurus. Aamiin.

Dan aku sangat kagum ketika salah satu dari pegawai nya memberikan kesempatan kepada kami untuk mengerjakan tugas esok hari agar dapat mengirim tugas. Dan untuk mencari dan mengerjakan tugas tersebut kami perlu menempuh perjalan dengan boat lagi ke tanjung selor sekitar 50 menit. Dan semuanya telah mereka atur, kita tinggal naik dan berangkat. Semuanya akan mereka persiapkan. Masya Allah J Alhamdulillah..

Ini benar – benar petualangan, petualangan bagi kami “Sang Pemburu Sinyal “