Setelah pelatihan komputer usai di kala sore tadi, aku kembali pulang ke penginapan ku lagi di sebuah rumah papan di dekat area tambang batu bara sebuah perusahaan besar di Kalimantan utara. Tepatnya didesa klubir. Didalam perjalan pulang saya bersama dengan seorang bapak yang bernama Radi. Awalnya beliau bertanya “ Kamu sudah berumah tangga?”

“Saya Pak? Belum  pak. (Sambil cengengesan)”

“Bagus .. kamu masih muda. Jadi bisa keliling dulu, cari pengalaman” sambung bapak tersebut sembari mengendarai sepeda motornya dijalanan kerikil yang berlobang.

Kemudian bapak itu melanjutkan “ Bapak saja nikah nya masih muda, 2004 kemaren kok. Setelah ikut tes dan lulus, setelah itu langsung menikah”.

“wah baru 10 tahun ya “ pikirku. Tapi aku rasa pernikahan yang sudah cukup lama juga itu. Tapi dari raut wajah bapaknya masih berusia 35an.

“Sebenarnya bapak ini lambat menikah karena bapak punya prinsip bahwa bapak harus ada PEKERJAAN dulu baru MENIKAH. Bapak hanya tidak ingin nanti anak dan istri bapak juga ikut kesana – kemari mencari uang. Kan kasihan mereka nya. Makanya setelah bapak mendapatkan pekerjaan yang pasti makanya bapak langsung menikah” jelasnya.

Kemudian aku mencoba mencerna prinsip bapak ini, sebenarnya ada benarnya juga apa yang disampaikan bapak ini. Tak ingin membuat istri dan anaknya ikut kesusahan mencari uang. Subhanallah..

Tetapi sebenarnya ada yang masih aku pertanyakan, ah.. tapi sudahlah pikirku.

Kemudian bapak radi melanjutkan perkataannya “ Kamu kan masih muda, kejarlah cita – cita mu. Jangan takut putus asa. Tetap akan ada jalannya. “

“Iya pak.. “ jawabku.

Tak lama kemudian motor pak radi sampai didepan kantor tempat saya bekerja, setelah saya turun bapak itu mengulurkan tangannya “ Terima kasih ya atas ilmu nya, semoga lain waktu bisa berjumpa lagi”

“iya pak” jawab ku sambil menyambut salam dari bapak radi tersebut.

Setelah itu aku langsung menuju meja tempat absensi karyawan kantor, melakukan check out bahwa hari ini telah usai bekerja dan kemudian melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim untuk shalat ashar.

Alhamdulillah perjuangan melakukan pelatihan di sebuah desa di pedalaman hutan Kalimantan utara membuat aku merasakan kebahagiaan tersendiri, kebahagiaan yang tak mampu untuk aku ungkapkan seberapa bahagianya aku. Karena apa ? Alhamdulillah mereka yang awalnya buka laptop hanya bisa buat dengar music, nonton, game. AKhirnya bisa ngetik , bisa mengenal Microsoft office word, exel, powerpoint. Semoga apa yang aku berikan bisa bermanfaat dan menjadikan tambahan amal di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal Aalamiin. .

Klurbir, 18 Januari 2014