Perjalanan dan teka – teki hidup tak ada satu orang manusia pun akan mengetahuinya. Pasti banyak lika – liku gelombang kehidupan yang setiap orang lalui. Umumnya manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang maha esa, tentu tak ada satupun makhluk yang mampu hidup sendiri. Semuanya butuh orang lain, butuh sahabat untuk menjalankan hari – harinya. Karena dengan adanya orang lain tentu ia akan merasa bahwa masih  ada tempat baginya untuk sekedar berbagi cerita atau sekedar untuk menghilangkan sedikit rasa lelah untuk menjalankan kehidupannya.

Begitupun dengan diriku, aku juga tak akan mampu untuk tetap bertahan berjalan dimuka bumi ini sendirian. Suatu waktu aku pasti akan membutuhkan seseorang baik seorang sahabat maupun seorang pendamping hidup 🙂

Berbicara mengenai sahabat, pastilah ada banyak sahabat yang aku kenal bahkan akrab semenjak aku kecil. Orang bilang “Mantan Pacar ada, Tapi Mantan sahabar tidak ada” J aku tidak tahu dari mana asal pepatah ini, tetapi bagi saya “YES” . hehe

Nah, ketika aku masih kecil – kecil, masih unyu – unyu dulu. Hehe aku punya beberapa orang sahabat dekat, sebut saja namanya Ari, Aan. Kala itu kita sering jalan bertiga, berangkat sekolah, belajar, tidur gonta – ganti rumah dikala malam minggu buat esok harinya pergi meraton. J atau kegiatan bermain lainnya. Tapi sayang, pertemanan itu tak begitu akrab lagi setelah diantara kita bertiga mulai berpisah kelas waktu sd. Aan pernah tinggal diwaktu kelas 2 Sd, kemudian ari tinggal kelas waktu kelas 3 Sd. Sehingga waktu bermain kami sudah mulai berkurang karena masing – masing kami telah mendapatkan teman baru. Hanya aku yang bertahan untuk tidak tinggal kelas waktu itu. Alhamdulillah J

Kemudian di perjalanan, aku dapat teman baru lagi. Kalau tidak salah ingat waktu itu mulai kelas 4 sd, aku punya teman akrab lagi namanya Taufik dan Aldi. Keakraban kami semakin bertambah tatkala kita sering berkunjung ke masing – masing rumah. Mandi di kolom ikan depan rumah, mandi bareng di tempat mata air di dekat rumah ku. Hehe.. Maklumlah kala itu masih sangat unyu – unyu J Dan yang paling sering adalah kita tidur bareng di rumah Aldi. Kadang- kadang kami berangkat sekolah dari sana. Namun, hari terakhir aku tidur ditempat aldi adalah ketika aku pernah mendapatkan sebuah penyakit gondok di dekat leher. Kalau emak ku bilang namanya penyakit gondok atau apa gitu. Alhamdulillah sekitar 1 minggu itu udah sembuh.

Setelah tamat SD aku, aldi dan taufik berpisah. Waktu itu taufik tinggal kelas, aku dan aldi lulus bareng. Ketika lulus aku dapat rangking 2 dan aldi dapat rengking 4 kalau tidak salah. Biasanya diantara kita saling lomba juara. Kadang aku juara 2, 3 atau 4 begitupun aldi. Tapi hebatnya Aldi dia pernah dapat juara 1 sedangkan aku tidak pernah. Hehehe .

Setelah tamat SD aku melanjutkan sekolah ke MTs Muhammadiyah di dekat rumahku, disana terbilang tak ada teman laki-laki yang akrab, kebanyakan disana siswa nya adalah perempuan. Dikelas aja pernah hanya 3 orang laki – lakinya. Tapi di akhir kelas 3 aku pernah punya teman akrab namanya Andri. Namun tak berlangsung lama, kita pun berpisah karena kita telah tamat MTs. Dan aku memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke SMK Swasta di Kota Batusangkar yakni SMK Pagaruyung Batusangkar. Berjarak sekitar 1 jam dari kampungku.

Disana aku punya teman akrab, namanya Remon, Reno, Eko, Faisal. Kita berlima itu sering bareng kalau di sekolah. Orang bilang genk baik – baik. Hehe J Rata – rata teman – teman di sekolah itu kenal aku, tapi banyak aku yang tidak kenal. Hahaha.. sombong ya J Tapi aku lebih akrab bertiga. (3R) Remon, Reno, Rizki. Mungkin karena kita dulu satu kos, dan satu kamar juga. Disana aku setidaknya ada belajar tentang hidup di rantau. Bagaimana bergalau dengan orang lain dan sebagainya. Ya, banyak peristiwa – peristiwa lucu, kocak, menggelikan yang pernah dialami selama berada di SMK. Ya, kalau orang bilang masa SMK adalah masa yang sangat indah. Tapi bagi ku “Yes “ aja lah. Hehe.. Tapi setelah ku pikir-pikir indahnya dimana ya? Karena pacaran dan hal- hal lainnya. Entahlah, Aku bingung memikirkannya. Aku simpan semua kenangan itu untuk pelajaran ku aja. Jiaah.. hahahahha

Tapi sayang hingga saat ini diantara aku bertiga, hanya Reno yang sampai sekarang aku tidak tahu kabarnya. Semenjak dulu tamat SMK yang qaddarullah ketika itu ia tidak lulus sekolah, kabarnya ia merantau  ke bandung dan sudah hampir 4 tahun aku tidak tahu gimana kabarnya dan gimana tampangnya. J Menyedihkan sekali ya. Wkwkwkwk

Setelah tamat SMK alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa PMDK untuk melanjutkan kuliah di Politeknik Negeri Padang (UNAND). Jujur ya, J aku merasa disana aku menemukan jati diriku. Heheh.

Awalnya sih simple, bertemu dengan seorang perempuan yang ketika itu aku menyukainy. Namun ketika itu ia menolak ku dan mengatakan kepada temannya bahwa “IA TIDAK INGIN PACARAN”. Awalnya sih bagi ku biasa aja, tapi kemudian aku penasaran dengan ada apa di balik ketidak inginan dia. Usut asal usut akhirnya aku menemukan jawabannya yang kemudian membuat aku merasa “I’m happy at here”.

Ia adalah gadis yang belajar untuk mencintai Allah dan Rasul Nya serta bertekad menjalankan agamanya dengan baik. Jilbaber itulah sebutan teman – teman padanya. Lama kelamaan Alhamdulillah, aku mengerti dengan jawabannya, kemudian membuat aku untuk terus bertekad memperbaiki diri dan meluruskan niat hingga akhirnya aku menemukan jati diri ku. Ya, aku merasa aku telah menemukan jati diriku. Ya, aku sangat bersyukut dulu pernah ikut kegiatan Forum yang orang bilang kegiatan kerohanian atau Rohis di kampus ku. Masih lekat di ingatanku itu namanya “FORSIPOL”. Forum studi islam politeknik. Alhamdulillah banyak hikmah dan pelajaran yang dapat aku petik selama lebih kurang 2 tahun disana. Lika – liku perjuangan untuk mencari kebenaran islam pun aku dapatkan disana. Aku sangat bersyukur sekali bisa bertemu dan berteman dengan mereka – mereka yang Masya Allah berusaha sekuat tenaga mereka untuk menjadi pribadi yang baik. Afwan ya, kalau selama ini banyak salah.

Setelah aktif 2 tahun disana, kemudian dengan penuh keyakinan dan penuh tekad, akhirnya aku memutuskan untuk break dari kegiatan forum tersebut. Dan kemudian aku ikut kegiatan FORSIL. Forum studi islam ilmiah Sumatera Barat. Disana alhamdulillah aku banyak mengambil manfaat, bertemu dengan ahli ilmu, orang – orang yang berusaha untuk mengkaji dan mengamalkan ilmu agama islam sesuai dengan landasan Al- Qur’an dan Sunnah. Dulu awalnya sangat simple sekali, ketika selama kuliah aku punya teman yang sangat akrab bahkan hingga saat ini sering bersama, panggil saja “Mas Noer”.

Kala itu sepulang kuliah, kita pernah berharap “Ingin sekali ya ada ustadz yang bimbing kita dan kita merasa puas dengan setiap permasalahan yang dihadapi”.

Alhamdulillah apa yang dulu kami harapkan kini kami dapatkan. Setidaknya, kami merasa sudah sangat lega dan lapang didalam menjalankan agama islam yang mulia ini. Tanpa harus bertaqlid buta kepada organisasi ataupun orang tertentu.

Bila berbicara masalah sahabat dalam hal ini, aku sangat dan sangat bersyukur sekali. Aku merasa saat itulah saat yang paling bahagia didalam hidupku.  Saat yang membuat hatiku sangat lapang. Bertemu dengan teman – teman yang Masya Allah sangat luar biasa sekali ingin mempelajari ilmu agama islam. Sebut saja teman – teman yang sangat saya cintai karena Allah, Amin, Rianto, Syarif, Ilyas, Yusuf (teman ku yang mualaaf, kini ia masya Allah ilmu nya sudah mantap sekali ), Afdhal, Putra, Ridho, Samsul, Fauzul, Harqi, Bang Reimanda, Veza, Bang Refki, Mas Noer, Abdul dan teman- teman yang tak dapat aku sebutkan satu persatu. Satu hal yang ingin aku sampaikan adalah “AKU BANGGA DAN BERSYUKUR BISA MENGENAL KALIAN SEMUA”. Aku sangat bahagia dan sangat bahagia. J Semoga Allah pertemukan kita nanti di Syurga Allah, Aamiin ya Rabbal Aalamiin. Semoga antara satu dan lainnya diantara kita menjadi penolong di akhirat kelak. Setidaknya aku berharap bahwa kalian membantu ku bahwa “Dulu aku pernah shalat, datang ke mesjid bersama kalian.”

Dan diantara sekian banyak teman terbaik yang aku punya, aku punya satu teman yang masya Allah semoga Allah selalu mudahkan urusannya. Yakni Mas Noer. Aku berteman dengannya semenjak dulu tinggal di asrama kampus. Kalau tidak salah ingat, pertama kali bertemu ya di kegiatan kerohanian kampus, kemudian pernah ngeprint dan numpang tidur juga di kamar beliau karena waktu itu belajar untuk ujian uas. Alhamdulillah ketika itu ujian uas fisika ya, dan dapat nilai 100. J Sering bertemu di kampus, asrama dan kegiatan organisasi lainnya membuat kita semakin dekat. Hingga akhirnya setelah habis masa kontrakan di asrama kampus kemudian pindah ke kontrakan mahasiswa yang biasa teman – teman sebut wisma. Ketika itu kita sempat juga satu kamar di Wisma Azzam 1, sebelum kita dipindahkan ke wisma Azzam 2 yang dekat gerbang kampus. Di wisma Azzam 2 ini lah kita mengukir cerita bersama, banyak pelajaran – pelajaran penting buat anak cucu kita nanti JMulai dari semangat jalan kaki untuk rapat setelah subuh, kemudian belajar bersama, dan banyak cerita – cerita menarik lainnya.

Semenjak emak aku meninggal dunia, beliaulah yang sering untuk mengingatkan aku untuk tetap kuat dan berusaha untuk mendo’akan orang tua. Terkadang kalau ingat emak (Ibu) aku sering menangis, tak jarang juga aku tertangkap basah menangis didepan beliau. Ya, kalau boleh aku berbicara jujur, masa – masa ketika aku berusia akan menginjak dewasa yakni umur 20 itulah masa – masa genting bagiku. Masa dimana aku sebenarnya butuh perhatian dan kasih sayang orang tua. Terkadang terbesit ada rasa iri kepada teman – teman yang orang tua mereka sangat care terhadap mereka, sering di nasehatin  begini begitu. Mungkin juga karena ketika masa itu aku memutuskan untuk tidak pacaran lagi. Terhitung semenjak aku ikut kegiatan keislaman di kampus di semester 2 aku tidak pernah pacaran lagi hingga saat ini. May be sudah hampir 4 tahun.

Bukan suatu alasan yang klasik, tapi aku hanya ingin menjaga diriku menjadi laki – laki yang baik. Aku sangat berharap sekali suatu saat bisa  mendapatkan wanita yang baik. Aamiin.

Banyak sebenarnya jasa – jasa mas noer yang sangat berharga bagi ku, kalau aku ingin balas rasanya belum semuanya bisa aku balas. Aku menganggap ia sudah seperti saudara ku sendiri. Bahkan abang ku sendiri. Meski ya, aku sering berbuat salah, mungkin banyak buat ia merasa jengkel. Tapi sejujurnya seketika itu pula aku berusah menjadi orang yang baik.

Banyak hal yang sangat berkesan sekali bagi aku pribadi semenjak mengenal beliau, terlebih saat ini kita Alhamdulillah diberikan kesempatan untuk bisa kuliah di ITB dan magang di PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara, Kalimantan Utara. Hingga saat ini, kita masih tetap bareng, Semoga Allah menjaga ku dan menjaga mas noer dari segala keburukan dan kejelekan. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

Aku menyadari suatu saat kita pasti dan mau tidak mau kita akan berpisah. Baik itu karena takdir illahi (maut) ataupun karena pilihan hidup masing – masing seperti menikah, pindah ke daerah tempat kerja, dan lain segala macamnya. Tapi kalau aku boleh menyampaikan sesuatu, aku ingin menyampaikannya .

“ Setelah hampir 4 tahun bersama. Ana yakin antum pasti tahu segala macam jelek  dan bagusnya diri ini. Segala macam kekurangan, kesalahan, kekesalan yang pernah ana perbuat pada diri antum baik yang sadar ataupun tidak, ana benar – benar meminta maaf. Minta maaf yang sebesar – besarnya. J Ana sudah menganggap antum seperti saudar ana sendiri. Seperti kakak ana sendiri karen antum lebih tua dari ana J meskipun terkadang antum sering bilang kalau badan ana besar dari antum. Haha J

Saudaraku, mas noer yang ana cintai karena Allah. Ana mencoba belajar untuk mencintai antum karena Allah. Wala dan bara’. Mencintai kebaikan dari antum dan membenci keburukan dari diri antum.  Ana sangat bangga sekali bisa mengenal pribadi seperti antum, yang acuh tak acuh tapi sebenarnya care (peduli) J Terima kasih, syukron jazakumullah khairon telah bantu ana selama ini, capek – capek dan hujan – hujanan untuk beliin ana sebungkus air kelapa muda ketika badan ana panas dingin,  bantu ana untuk mengurangi rasa sakit ketika menderita sakit turun perut. Dan banyak hal – hal lain yang tidak bisa ana sebutkan satu per satu. Dan suatu hal yang paling ingin ana dapatkan manfaat kan dari pertemenan ini adalah mendapatkan naungan dari Allah ketika tidak ada naungan di hari kiamat kelak yakni “2 orang pemuda yang saling mencintai dan membenci karena Allah”. Semoga kita mendapatkan hal itu. Aamiin.

Akhi mas noer, sekali lagi ana ingin minta maaf ya, atas sikap ana yang selama ini seperti kanak –kanakan dimata antum, jujur waktu demi waktu aku belajar untuk memperbaiki diri. Meskipun dimata antum, ana masih begitu – begitu saja. Tapi Sekuat ana memperbaiki diri, sekuat itu pula lah ana untuk bisa merubah hal itu.

Dan satu lah lagi ana ingin minta maaf, mungkin dimata antum atau menurut antum, ana terlalu ikut campur dalam masalah pribadi antum. Example dalam masalah perempuan. Jujur sih, bagi ana pribadi tak ada mempermasalahkan antum ingin mendapatkan pendamping hidup siapa. Tapi satu hal yang tidak ana inginkan adalah antum melakukan hubungan yang haram. Pacaran misalnya. Kalau antum langsung menikah sih, ana malah senang. Tapi kalau sekedar cengengesan atau atau yang lebih hingga cinta-cintaan ntar dulu aja ya J kalau udah benar- benar siap untuk menikah ya lanjutkan. J Bagi ana sih itu aja. Afwan ya, J

Mmh.. dan satu hal lagi, suatu saat kita pasti berpisah karena apa pun itu, ana sangat berharap sekali agar antum bisa memaaafkan ana, dan kalau ana ada hutang ingatkan ya J hehe.. Ana ndak meminta antum untuk tetap mengingat ana, tapi biarkan ana untuk suatu saat menceritakan semua ini kepada anak cucu dan keluarga ana nanti ya . hehe J

Semoga Allah memberikan antum jodoh yang baik, perempuan yang shalehah yang menangkan dan menyejukkan hati antum ya . Dan mudah2an Allah juga memberikan ana perempuan yang shalehah yang menyejukkan dan menenangkan hati ana, dan Allah mudahkan ana untuk menikah di tahun depan, insya Allah. Aamiin.. J

Terima kasih telah banyak membantu ana dalam segala macam hal, dan terima kasih untuk semuanya. Maafkan ana ya akhi, telah banyak salah dan khilaf dan semua ini. Ana mencintai antum karena Allah ya Akhi, Ana uhibbukum fillah.

Semoga kita berjumpa dan berkumpul di Syurga nanti. Aamiin ya Allah J

 

 

Advertisements