Bismillah,

Sahabat, lihatlah aku sejenak, coba tatap aku disini, coba tatap mata ini agar engkau tau tentang semua apa yang kamu cari selama ini, agar engkau tahu apa tujuanku selama ini.

Sahabatku, aku memang bukan seperti sahabatmu yang lain, yang bisa memberikan secercah senyum kebahagiaan di senyummu atau sahabat yang bisa melepaskan secarik beban berat yang engkau pikul. Aku memang begitu, aku memang bukan seperti itu.

Aku yang selalu ikut campur urusanmu, aku yang selalu membuatmu kecewa, aku yang selalu membuatmu marah. Agh.. terkadang aku berpikir aku tak layak menjadi sahabatmu,

Aku sadar, selama ini aku terlalu banyak untuk ikut campur urusanmu, aku yang terlalu banyak membatasimu dalam hal. Sungguh, tidak ada maksud hati ku untuk membuat seperti itu, Aku hanya berusaha menjadi seoranga sahabat yang baik, aku hanya ingin mendapatkan salah satu dari naungan kiamat kelak dari sebuah persahabatan yang saling mencintai karena Allah,

Aku hanya ingin mengamalkan dari sebuah hadist rasulullah “Persahabatan yang dilandaskan saling cinta karena Allah itulah yang akan mendapatkan manisnya iman, sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,”Ada tiga perkara yang apabila seseorang memilikinya akan mendapatkan manisnya iman, yaitu Allah dan Rosul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya, dia mencintai seseorang tidaklah dia mencintainya kecuali karena Allah, dan dia tidak suka kembali kepada kekufuran setelah Allah membebaskan darinya sebagaimana ia tidak suka dilemparkan ke dalam api.” (HR. Bukhari)”

Sahabatku, maafkan aku… maaflkan aku.

Sahabatku, semoga Allah mudahkan jodoh untukmu,jodoh yang  terbaik dari Allah, yang shalehah, dan mampu menjadi penyejuk hati mu…

Sahabatku, jujur selama ini aku hanya ingin menasehatimu sebagaimana antum dulu mengingatkan ana agar tidak berhubungan dengan wanita yang non muhrim,

Sahabatku, aku memang bukan seorang sahabat yang sempurna untukmu, aku selalu berharap dengan kekurangan ku ini bisa sedikit berarti untukmu. Bagi ku tidak penting kalaupun engkau tidak menganggap aku bukan sahabatku, tidak berarti dimatamu bagi ku juga tidak mengapa.  Maafkanlah aku.

Sahabatku, aku hanya ingin titip sedikit pesan untukmu,

Janganlah mengumbar janji kepada wanita manapun bila kamu belum sanggup untuk menikahinya,  Aku teringat sebuah pesan seseorang “Bila kamu ingin bermaksiat dengan seseorang wanita, terlebih dahulu pikirkanlah bagaimana perasaanmu jika ibumu, saudari perempuanmu di permainkan perasaanya oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab.”

Jodoh itu adalah Rezeki yang telah diatur oleh Allah, jangan terlalu berharap pada seseorang bahkan sampai menjerumuskan mu kedalam hal – hal yang dimurkai oleh Allah,

Sahabatku, bersabarlah,perbaiki dirimu, semoga engkau mendapatkan wanita shalehah yang engkau dambakan. Sahabatku, bukan berarti aku lebih baik dari mu, tapi aku juga sedang berusaha memperbaiki diri ku dari gelapnya maksiat menjadi pribadi yang lebih baik,

Maafkan aku sahabatku, semoga Allah memberikan kebaikan untukmu,

~ Ana uhibbukum fillah ya Akhi ~