Bismillah,

Marhaban ya Ramadhan, Marhaban ya Ramadhan 🙂

Tak terasa kini sudah masuk Ramadhan 1435 H, Alhamdulillah Allah selalu memberikan kenikmatan dan karunia Nya kepada hamba untuk bisa bertemu dengan Ramadhan. Kalau dihitung – hitung ini sudah ramadhan yang ke -7 aku tak selalu berbuka dan sahur bersama bersama keluarga. Semenjak lulus Mts aku melanjutkan pendidikan di kota dan itu jarak yang cukup jauh dari orang tua, 3 tahun ketika menempuh pendidikan di SMK Pagaruyung, 3 tahun Menempuh pendidikan di Politeknik Universitas Andalas dan 1 Tahun untuk menuntut ilmu di Institut Teknologi Bandung.

Dari sekian lama itu, ketika masih di padang dan di batusangkar aku masih sempat untuk pulang pada beberapa hari di bulan ramadhan dan bahkan lebaran ied di kampung bersama keluarga. Tapi kali ini Ramdhan cukup berbeda karena aku kini tinggal di pulau seberang, pulau jawa.

Tiap kali mengingat ibuk, bapak dan keluarga tak terasa air mata ini menetes, aku sendiri tak pernah menyangka kalau ini adalah sebuah rasa kerinduan kepada keluarga tercinta. Ingin rasanya aku pulang seperti teman – teman yang lain, tapi aku tak tega rasanya harus minta uang kepada bapak yang kini sering sakit – sakitan. Belum lagi ongkos yang sangat mahal untuk bolak – balik padang.

Tadi malam sempat berbicara dengan bapak dan kakak yang ada di kampung, mendengar bapak sakit – sakitan sudah sepuluh hari itu rasanya membuat hari ku semakin terluka, aku tak bisa berbuat banyak, hanya do’a yang selalu aku panjatkan kepada Allah semoga Allah menjaga bapakku, menyayanginya seperti layaknya ia menyayangi ku semenjak kecil.

Sebenarnya bapak ku sendiri tak ingin bercerita bahwa ia sedang sakit, tapi aku tahu kemaren ketika adik ku pulang kampung, ia bercerita bapak sedang sakit. Masya Allah, Masya Allah,

Sungguh, aku tak bisa berbuat banyak, hanya do’a dan air mata yang menjadi saksi bahwa betapa aku merindukan mereka.

Dengan kondisi yang seperti ini, aku ikhlas insya Allah menahan rindu untuk berkumpul dengan keluarga pada Ramadhan dan Hari Raya kali ini. Insya Allah mulai hari ini aku bertekad untuk bisa mencari uang sendiri, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan ku selama disini.

Dan sekarang alhamdulillah meskipun aku harus banting tulang dan sering drop karena sakit, insya Allah aku akan berjuang untuk semua ini. Aku tak ingin lagi terlalu memberatkan bapak ku di usia senja nya yang seperti ini. Aku juga pasrah dengan perkuliahan ku kali ini. Insya Allah sekuat tenaga aku akan berjuang untuk bisa lulus, bagaimana pun hasilnya insya Allah aku akan ikhlas.

Subhaballah.. semoga Allah mudahlan aku untuk semua ini, Aamiin ya rabbal Aalamiin.

 

Advertisements