“Seorang laki – laki akan mandiri ketika ibunya telah meninggal, dan seorang perempuan akan tenang bila ia Menikah”

Bismillah

Lika – liku perjalanan anak adam memang tak pernah ada yang tau. Bahkan diri pribadi pun tidak akan tau apa dan bagaimana keadaanya kelak di masa depan. Ada yang hari ini bahagia esoknya sedih, ada yang hari ini sedih besoknya bahagia. Itulah perjalanan hidup. Hanya Allah lah yang tau tentang nasih seseorang.

Tak jauh berbeda dengan aku pribadi, kemaren mungkin aku masih bisa tersenyum bahagia. Tapi kini ada berbagai tantangan yang datang. Perlahan ku coba tuk pahami dan pikirkan setiap cobaan yang datang. Aku selalu berdo’a agar selalu Allah berikan kemudahan disetiap cobaan ini.

Aku juga terkadang tidak begitu mengerti dengan kelabilan jiwa ini. Yang kadang beriman sehingga bisa mempertahankan semua ini, namun terkadang jiwa ini goyah dan jatuh dalam kemaksiatan. Na’udzubillah.

Kini aku merasa perjuangan ini sangat berat. Kalau aku pikirkan masya Allah mungkin aku sudah mengalah. Tapi sejauh ini aku tetap yakin dengan janji Allah bahwa di setiap kesulitan aka nada kemudahan. Dan Alhamdulillah hingga saat ini aku merasa cukup tentram dan hati tetap tenang meski sebenarnya jiwa ini dalam kegoncangan. Masya Allah

Beberapa hari yang lalu aku benar – benar berada di atas kebimbangan, bimbang dengan apa yang musti aku perbuat. Tugas akhir musti selesai dalam waktu 2 minggu dan akhir agustus ini aku sudah harus mengikuti PRA SIDANG. Tapi qaddarullah, laptop yang dulu dipinjamkan oleh ibu tri sudah tidak terlalu cukup kuat untuk mengoperasikan semua aplikasi yang aku butuhkan. Sedangkan aku sangat butuh laptop untuk kerja dan kuliah. Sungguh pikiran aku sangat berkecamuk kala itu, aku coba diskusi sama teman bagaimana bagusnya dengan semua ini. Aku minta saran bagaimana aku sebaiknya. Setelah diskusi aku mencoba untuk terus berdo’a kepada Allah untuk diberikan kekuatan dan keputusan yang baik.

Saat itu juga aku kepikiran untuk menjual Smartphone yang bulan juni lalu aku beli seharga 3.1 juta. Hanya itu harta yang bisa aku jual saat ini. Selain itu aku juga berkeinginan untuk mencoba kredit laptop. Tapi aku sungguh sangat bingung, takut dengan azab Allah karena didalam system kredit itu ada hukum riba. Tapi di lain sisi aku sangat butuh. Pikir – piker kemudian baca lagi hadits dan penjelasan ulama tentang hukum kredit. Dan setelah lihat syarat kredit laptop. Aahh… mustahil. Sistem dan syaratnya sangat ribet. Aku akhirnya putuskan untuk tidak kredit laptop. Tapi qaddarullah, aku telah jual Smartphone yang aku punya. Alhamdulillah ada yang beli seharga 2.4 juta. Tapi dari uang itu masih jauh dari cukup untuk aku bisa beli laptop lagi. Target aku bisa beli laptop seharga 5 juta. Aku juga bingung musti pinjam sama siapa sisa uang untuk mencukupi beli laptop. Aku pikir – pikir lagi hutang sangat berat. Dan aku sangat takut sekali dengan hutang.

Karena ada kebutuhan lagi ya akhirnya aku beli lagi smartphone seharga 785ribu. Untuk tugas akhir ku juga. Ya sisa uang dari penjualan HP itu tinggal 1 juta lebih. Masya Allah.. ini cukup berat.

Tapi Alhamdulillah untuk saat ini aku dipinjamin teman sebuah laptop Mac Book. Laptop yang cukup berkelas. Dan beliau sempat menyampaikan bahwa “Ya udah riz, pakai dulu aja laptop nya. Ntar uangnya ditabung dulu aja. Baru beli yang baru lagi”.

Alhamdulillah, inilah salah satu kemudahan yang engkau berikan ya Allah. Alhamdulillah.

Disatu sisi aku juga tidak ingin lagi untuk memberatkan orang tua, terlebih bapak yang sudah tua dan sakit – sakitan. Aku berusaha untuk tetap mandiri semampu yang aku bisa. Terkadang memang berat, tapi inilah hidup. Semenjak akhir – akhir ini aku sangat mudah untuk menangis. Sedikit saja berbicara tentang orang tua terlebih masalah ibu. Tanpa ku sadari air mata ini jatuh. Itulah perjuangan , perjuangan untuk bisa tegar meski tanpa ada ibu. 3 tahun sudah ibu meninggal, dan ini cukup berat bagi aku. Terkadang aku berpikir “ Aku butuh seseorang, seseorang yang bisa memberikan aku semangat untuk tetap kuat. Seseorang yang bisa menjadi pendengar yang baik untuk ku.” Tapi ya sudahlah, aku yakin Allah sangat penyayang kepada hamba Nya.

Berulang kali aku coba renungi sebuah pepatah (apakah ini benar pepatah arab atau bukan)
“Seorang laki – laki akan mandiri ketika ibunya telah meninggal, dan seorang perempuan akan tenang bila ia Menikah”

Inilah yang coba aku jalani. Menjadi pribadi yang mandiri. Ya pribadi yang mandiri. Aku tak inigin lagi merepotkan orang tua ku. Terlebih tahun ini usia ku sudah menginjak 22 tahun. Aku rasa juga sudah saatnya aku mandiri, sudah rasanya juga aku menjadi seorang yang dewasa. Aku berharap semoga Allah berikan kemudahan untuk semua ini. Aaamiin.

Kini, semua jalan ini aku pasrahkan kepada Allah, Kepada dzat yang tidak pernah tidur, kepada dzat yang maha pengasih dan maha pengampun.Kepada nya lah aku gantungkan semua harapan dan cita – cita ini, Semoga aku bisa menjadi anak yang shaleh, dan membuat bahagia kedua orang tua ku. Aamiin

 

 

Advertisements