Perjuangan Kuliah Ke Arab Saudi #1

Bismillah ..

Assalammualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Perjuangan panjang meraih gelar Sarjana Sains Terapan (SST) atau Bachelor of Applied Science di ITB alhamdulillah kini mulai tampak titik terangnya. Setelah hari kamis lalu (3 Oktober 2014) melaksanakan Pra Sidang, aku merasa sedikit lega. Dan insya Allah mudah2an Allah memberikan kemudahan dalam semua ini. Aaamiin.

Alhamdulillah kini aku juga sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta di bagian software engineer. Tapi akhir – akhir ini sudah 1 bulan lebih izin untuk menyelesaikan tugas akhir. Untuk masa depan aku punya cita – cita menjadi seorang dosen, kuliah S2 di Arab saudi. Ya kira – kira seperti itu lah yang selalu aku impikan, berharap di setiap do’a kepada Allah subhana wa ta’ala.

Tapi masa – masa pendaftaran itu setidaknya masih beberapa bulan lagi. Rencana kedepan bagiku sekarang adalah melanjutkan menyelesaikan tugas akhir ini hingga Sidang, kemudian kemballi bekerja, persiapan kuliah ke arab saudi dan kemudian mendaftar. Setelah itu menunggu hasil apakah aku lulus untuk melanjutkan S2 apakah tidak.

Akhir – akhir ini banyak waktu aku habiskan untuk searching di google tentang beasiswa di Arab saudi, di KFUPM, KSU maupun KAUST. Karena memang 3 universitas inilah yang menjadi tujuanku. Tapi di antara ketiga itu yang paling aku harapkan adalah KFUPM. Entahlah, tapi aku sangat menyukai kampus itu. Selain disana hanya terdapat pelajar putra dan universitas teknik terbaik, aku berharap selama disana aku setidaknya bisa nyaman untuk belajar dan sekurangnya bisa menjaga pandangan dan mata.

Membaca pengalaman maupun cerita dari teman – teman indonesia yang kuliah di KAUST, KSU maupun KFUPM menjadi penyemangat bagi diri ini, aku merasa cita – cita ku untuk kuliah di Arab Saudi kini sudah di pelupuk mata, aku sangat – sangat berharap agar Allah kabulkan do’a ini. Aamiin.

Selain itu sudah dari 3 minggu lalu, aku coba kontak admin di KSU (King Saud University) dan KFUPM (King Fahd University of Petrolium and Minerals) tentang apakah bisa mahasiswa lulusan d4 (Bachelor of Applied Science) melanjutkan kuliah S2 disana. Tapi qaddarullah, diantara 2 universitas tersebut belum ada yang balas hingga saat ini. Rasa kwatir mulai menyelinap didalam diri ini, “apakah memang pelayanan di negara arab saudi slow respon seperti ini ? seperti yang diberitakan oleh teman2 melalui blognya? Bagaimana nanti bila aku ingin kuliah disana?”

Namun, aku mencoba untuk berprasangka baik, mugkin lagi musim liburan, karena dari kabar yang didapatkan dari teman yang kuliah di KFUPM bahwa sekarang lagi liburan musim haji.

Karena masih penasaran tentang bisakah melanjutkan kuliah S2 dari D4, kemudian aku kirim email ke teman – teman di KAUST. Lebih tepatnya teman – teman KAUSTINA (www.kaustina.org), Alhamdulillah ada respon dari salah seorang senior yang sudah kuliah disana, beliau menyampaikan bahwa “BISA”. Ada rasa bahagia dan lega sedikit, tapi rasanya aku masih belum puas dengan jawaban itu, kemudian aku coba hubungi langsung bagian administrasi dari KAUST (King Abdullah University of Science and Technology) alhamdulillah ada respon yang sangat baik dari pihak mereka. Bahkan mereka langsung memberikan keterangan bahwa ada beberapa keuntungan ketika diterima menjadi mahassiwa disana. Subhnallah.

Screenshot_2014-10-06-20-03-40

Email pertama tentang bisakah melanjutkan S2 dari jenjang D4

Screenshot_2014-10-06-20-13-35 Screenshot_2014-10-06-20-14-05 Screenshot_2014-10-06-20-14-23

Balasan email dari pihai kaust

Ketika mendapatkan email ini aku sangat merasa lega dan bahagia. Alhamdulillah, pikirku.

KAUST ini memang terkenal dengan universitas terkaya di Arab Saudi, bahkan no 3  di dunia. Dana riset dan beasiswa disana sangat gede – gede sekali, pengen sekali merasakan kuliah disana. Tapi disana sangat bebas , laki – laki dan perempuan campur baur, bahkan di dalam kampus pun mahasiswa/i pun bebas didalam berpakaian. (tidak mengharuskan wanita memakai purdah – red).

Aku kembali berpikir, kalau aku kuliah di KAUST tujuan aku untuk ke Arab Saudi apa ? kalau ingin kuliah yang campur – baur gitu tidak ke arab saudi juga bisa. Tapi yang aku cari adalah sebuah ketenangan, mendekatkan diri kepada Allah, bisa menjaga pandangan dan lebih belajar islam. Makanya aku pribadi tidak menjadikan KAUST sebagai prioritas utama untuk melanjutkan kuliah di Arab Saudi.

Tapi entahlah, rasa bimbang masih menyelinap didalam pikiran ini. Apakah di KAUST, KSU atau KFUPM. Kemudian aku mencoba untuk bertanya – tanya dengan teman – teman, memang di KAUST dana risetnya gede, tapi untuk bisa lulus disana juga harus punya bahasa inggris yang bagus dan nilai IPK yang tinggi. Lha aku aja sampai sekarang belum tau ipk ku berapa. Hahahha #5%$#@@@#$%$%

Belum lagi nilai score TOEIC tahun lalu hanya mencapai 450. Dan itu masih jauh untuk bisa mendapatkan nilai IELTS 60. Hahaha

Bila di konversi dari nilai toeic 450 maka nilai IELTS ku adalah 4.0. Hahahah.

“Masih ada kesempatan untuk memperbaikinya,” Ujar teman – teman ku

english score conversion

Table Konversi Nilai Bahasa Inggris

Kini, aku mulai untuk belajar lagi bahasa inggris, mulai belajar lagi dari awal, Insya Allah masih ada waktu untuk bisa mendapatkan score IELTS di atas 6.0.  Tetap semangat ya ^_^