Bagi yang tertarik untuk kuliah di Universitas Islam Madinah, ada beberapa cara dan tips agar dapat diterima:

Prosedur Pendaftaran
Pendaftaran dilakukan online melalui situs iu.edu.sa, kemudian akan mendapatkan nomor registrasi. Nomor itulah yang dibawa ke panitia dauroh untuk kemudian diproses.

Pra Ujian
Setelah pasti kapan ujian, persiapkan diri anda sebaik mungkin, karena Madinah dan Makkah adalah kota suci, yang gak akan menerima kecuali orang-orang yang suci pula. Perbaiki niat anda, apakah anda ke madinah untuk sekedar gengsi, title, mencari nama baik, atau niat duniawi yang lainnya. Niatkan lillahi ta’ala, serta kemajuan umat muslim di daerah kita masing-masing.

Ujian
Saat dipanggil nama anda, datanglah kepada penguji dengan segera, menjaga kesopanan, kemudian bersalaman tanpa mencium tangan (sesuai adat mereka). Bahkan kalo bisa, cipika cipiki alias cium pipi kanan dan pipi kiri. Pertama akan ditanya mengenai nama. Masuk ke materi ujian, anda akan ditanya mengenai beberapa hal berikut:

1. Fakultas apa yang akan anda ambil?
2. Hafalan qur’an (jawab dengan jujur, mana yang sudah matang, mana yang belum)
3. Hafalan al-qur’an tersebut akan menyambung pada ‘ulumul ‘arobiyyah, yakni nahwu dan shorof. Misalnya, anda diperintahkan untuk menyebutkan i’rob pada kalimat tertentu.
4. Tafsir, setelah disebutkan i’rob, anda diperintahkan untuk menafsirkan ayat tersebut. (Ingat, pada tahap ini, penguji memang sudah mengetahui kadar pemahaman kita kurang. Tapi penguji ingin melihat tingkat kemampuan anda berbicara dalam bahasa arab. Boleh penafsiran berdasarkan pemikiran anda, tapi jangan terlalu ngasal, apalagi sampai menyesatkan tafsir Qur’an.
5. Selain hal-hal di atas, anda juga akan ditanya tentang beberapa dirosah islamiyah. Pada tahap ini, bagi anda yang lulusan pondok pesantren, insya allah sudah menguasai hal tersebut. Misalnya tentang fiqh, tauhid, hukum-hukum suatu hal, usuluddin dan lain sebagainya. Ingat, apa bila ditanya tentang hukum, jawab dengan tegas. Rokok=haram, peringatan maulid nabi=haram (seusai dengan mazhab mereka)
6. Perhatikan hal-hal teknis di luar materi yang terkadang justru lebih berpengaruh:
-Adat sopan santun
-Apabila penguji melancarkan soal yang tidak jelas, mohonlah untuk diulangi dengan sopan
-Siap untuk diuji mengenai tulisan arab anda
-Usahakan menggunakan celana (jangan sarung), koko rapi atau kemeja, celana agak diangkat, jangan sampai celana menyentuh permukaan tanah
-Berbicaralah lantang, tegas dan sigap namun sopan, jujur dan rendah hati.
7. Di akhir ujian, usahakan untuk memberikan suatu hal, yang membuat penguji selalu ingat dengan kita. Misalnya, buatlah sebuah sya’ir untuk penguji tentang niat anda belajar di sana, jelaskan bahwa di rumah anda banyak bid’ah sehingga dibutuhkan kader pemimpin umat seperti anda, atau hal-hal laen yang sekiranya membuat nilai lebih untuk anda di mata penguji.
8. Perbanyak do’a, tawakkal serta meminta kedua orang tua selalu mendo’akan kita. Niatkan ikhlas, lillahi ta’ala….

Sedikit catatan, ini hanya sekedar gambaran soal. Tidak semua rentetan soal pasti sama dengan hal di atas, tapi setidaknya kita sudah ada persiapan dengan soal yang akan diujikan. Tulisan di atas merupakan pengalaman dari narasumber yang sekarang sudah kuliah di Madinah (namun tak mau disebutkan namanya)

Semoga bermanfaat
Ma’an Najah……

Advertisements