Catatan Acak

Terdorong oleh beberapa concern yang saya dengar akhir-akhir ini dari beberapa calon pendaftar KAUST, saya ingin berbagi pengalaman selama saya menimba ilmu di Univ Raja Abdullah ini, terutama tentang kehidupan keagamaan.

Di kampus ini, tidak ada pengaruh dari kelompok Islam manapun. Tidak ada yang mendikte kita untuk melakukan ini atau itu. Dalam hal pakaian misalnya, boro-boro disuruh pakai cadar, di dalam kampus kita bebas berpakaian apa saja, asal sopan. Standarnya sering disampaikan melalui email yaitu baju berlengan dan bawahan minimal  selutut. Instruksi ini penting karena banyak sekali ekspat-ekspat non muslim di sini yang sudah terbiasa dengan gaya hidup Barat. Di luar area kampus, wanita memang diwajibkan memakai baju kurung yang menutup dari leher sampai ujung mata kaki. Yup, sering kali kita lihat di Jeddah, wanita-wanita ber baju kurung tanpa berkerudung atau berkerudung tapi sekedar diletakkan di kepala (seperti westerner kalo masuk ke masjid-masjid di Indonesia :D). Baju kurung ini banyak…

View original post 955 more words