BIsmillah.

Sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan ketika menelpon ke kampung, ngobrol sama kakak atau sama bapak “Ki, kapan pulang?”

Terkadang ada rindu yang menggelayut didalam hatiku untuk bisa pulang, berkumpul bersama keluarga, merasakan hangatnya berada di sebuah rumah dengan orang tua dan saudara. Tapi terkadang rindu musti di pendam dalam – dalam.

Terkadang aku berfikir apakah aku tak ingin pulang?

Entahlah,

Semenjak kepergian ibuku 4 tahun silam, dipanggil oleh Allah azza wa jalla, rasa rindu untuk bisa pulang kerumah tidak sekuat yang dulu pernah ku rasakan. Bila aku boleh berkata jujur, mungkin ibu adalah salah satu alasan terkuat untuk aku bisa pulang dan berkumpul dirumah. Setidaknya bisa melihat wajah ibu, memotong kuku kaki ibu, membantu mencucikan pakaian ibu, menolong ibu memasak, mendengarkan cerita ibu semenjak aku tinggal merantau, dan hal lainnya.

Emang ada rasa berbeda ketika pulang ada ibu dan tidak ada ibu. Terlebih bagiku adalah orang yang selalu mendengarkan aku ketika orang lain mengacuhkanku, tempat berbagi rasa sedih, suka dan lainnya.

Duh *kok jadi mewek:(

Ya sekarang, kalau pulang kerumah ketemu bapak, kakak, adik dan keponakan serta sanak family, tapi tetap saja ada rasa yang kurang. 😦

Semenjak lulus D3 di tahun 2013 lalu, kemudian aku merantau ke tanah jawa, berkelana di jakarta, tangerang, bandung, kalimantan, dan beberapa kota lainnya, Tak terasa 1.5 tahun betah di tanah orang dan tidak pulang-pulang. Dan di akhir tahun 2014 kemaren baru pulang ke rumah.

Tapi ya, kadang pemikiran keluarga tidak sama, menurut mereka ini benar dan menurut aku itu benar, kadang disitu juga terjadi percekcokan dan disitu aku merasa semua orang disana menunjuk kearah dengan pandangan sinis, sedangkan yang mencoba merangkul dengan baik tidak ada, Disitu kadang aku merasa semakin tidak betah untuk pulang. Biasanya, kalau didalam keluarga banyak yang menentang dengan apa yang aku lakukan, ada ibu yang menjadi orang pembela. Tapi sekarang aku merasa berdiri sendiri tanpa ada yang merangkul ku untuk menjadi tetap berdiri tegap.

Meskipun demikian, aku pribadi tidak pernah menyimpan rasa dendam sama siapapun terlebih didalam keluarga. Ya, mungkin itulah cara mereka mendidikku, pengetahun mereka dan pemikiran mereka yang berbeda denganku.

Semenjak bulan maret apa april lalu aku lupa , kalau sudah nelpon ke rumah sering ditanyain

“Ki, kapan pulang?, sudah lama ya kita tidak bertemu? udah rindu juga bapak ketemu dengan kamu”

 

hmmh.. kadang sedih juga sih, tapi ya. i dunno 😀

Tapi insya Allah bulan desember nanti aku pulang 😀 walau bagaimanapun akan tetap untuk berbakti kepada Orang tua, bapak yang satu-satunya aku punya . Insya Allah akan tetap berusaha untuk membahagiakannya 🙂

Beberapa hari lalu, setelah dapat gajian dan uang ngajar private android cair akhirnya beli ticket PP , padang jakarta , jakarta – padang *cieeee

kemudian pas nelpon ke kampung ditanyain bapak dan kakak lagi “Ki, kapan pulang?”

“Insya Allah nanti tanggal 20 desember, sudah beli tiket bolak balik jakarta padang, balik lagi tanggal 1 januari ”

“Waduh, bentar banget ”

Ya dapat cutinya cuma 2 minggu pas liburan sekolahan pak * 😦

Kemudian si bapak nanya lagi “Jadi gimana rencana nikah kemaren?”

“Ya kalau bapak ikhlas dan ridho ya gak pa2. Kalau bisa secepatnya 😀 ”

*end

Lho lho kok ujung2nya gaje ya 😀 hahah..

gak pa2 deh, mudah2an pas pulang nanti apa yang diharapkan dimudahkan oleh Allah dan bapak serta keluarga selalu di lindungi oleh Allah dan diberikan kesehatan oleh Allah. Aamiin ya Rabbal Aaalamiin 😀

 

Btw ini adalah e-tiket buat pp besok pas liburan insya Allah 😀 semoga Allah mudahkan semua nya. Aamiin

wpid-screenshot_2015-11-10-17-20-40.png

Advertisements