Sebelum aku bercerita lebih lanjut tentang kejadian dimalam itu tentang diskusi dengan mak odang , abang , kakak serta bapak ku, aku ingin sedikit bercerita tentang sosok perempuan yang ingin ku persunting itu.

Sebut saja namanya Annggrek. Seorang wanita yang berusia lebih muda dari ku sekitar 1 tahun, aku mengenalnya ketika pertama kali menginjakkan kaki kuliah di politeknik. Unik memang tapi itulah perjalanan hidup. Dulu dimasa jahiliyah nya aku, aku sering gonta ganti pacar, sampai akhirnya aku bertemu dengan beliau. Dan ketika itu beliau juga adalah teman satu kelas, Jadi sering ketemu. Teman – teman ku pada saat itu bertanya, “Ki, siapa teman dikelas ini yang kamu sukai? nanti aku sampaikan salam mu padanya”

“Mmh.. Anggrek” jawab ku singkat

Ternyata teman ku itu langsung menyampaikan kepada anggrek, dan langsung dijawab oleh anggrek “Bilang sama rizki, kalau aku tidak mau pacaran karena didalam islam tidak mengenal pacaran”

Saat itu aku cukup kaget dan shock. Ada pertanyaan “Lho kenapa?”

Seiring berjalannya waktu, aku mulai belajar tentang arti dari jawaban yang ia berikan. Saat itu ia adalah satu satu nya wanita yang berhijab panjang dan lebar di kelas, entahlah rasa apa yang menyelinap di dalam hati dan sanubari ku hingga aku menyukai dirinya, ia juga wanita yang aku kenal saat itu tidak pernah dekat dengan lelaki manapun, untuk bersenda gurau pun sangat jarang, ia begitu berusaha menjaga dirinya. Masya Allah.

Dari sosok dirinya, aku belajar banyak hal. Aku selalu bertanya -tanya “Apakah aku layak menjadi pendamping hidupnya?”

Beberapa minggu setelah jadwal perkuliahan dimulai, aku dikenalkan oleh seorang teman pria dikelas untuk ikut organisasi keagamaan. Aku mencoba mengikutinya. Ada rasa betah saat itu, seminggu dua minggu, sebulan dua bulan dan seterusnya. HIngga akhirnya aku merasa nyaman disana. Aku mulai belajar tentang banyak hal, belajar memperbaiki diri menjadi lebih baik, belajar tentang agama, belajar al qur’an dan banyak lainnya. latar belakang sekolah SMK yang dulu, membuatku tampak sangat jauh dari agama, banyak hal yang aku tidak memahaminya.

Semenjak itu, aku menemukan jawaban “Tidak boleh pacaran dan tidak ada pacaran dalam islam”

Hari hari berlalu dengan indah, tidak ada kegalauan yang berarti yang kurasakan, sebisa mungkin aku belajar untuk memperbaiki diri, untuk menjaga diri dari yang bukan mahrom. Sedikit demi sedikit aku belajar tentang ilmu islam, tentang adab, akhlak, aqidah dan lainnya. Sering ikut pengajian dari satu majelis ke majelis lainnya.

Tidak terasa 2 tahun sudah semenjak kejadian itu aku merasakan ada yang lebih baik, hidup ku lebih tenang. Yang biasanya harus pusing kesana kemari dengan orang yang belum tentu menjadi pasangan halal bagi kita, memikirkan seseorang yang belum jelas, dan lainnya.

Aku mulai belajar tentang bagaimana untuk menjaga diri dengan tidak bersalaman dengan orang yang bukan mahrom, tidak berduaan dan lainnya.

Saat itu aku merasa terlahir baru kembali ke dunia ini, aku merasakan sebuah keindahan dan ketenangan hati. Waktu demi waktu saat itu habis untuk rapat organisasi, ikut pengajian dan belajar.

Di semester 4 waktu itu, ketika ada pergejolakan dari intern organisasi yang ku ikuti dan kemudian aku memutuskan untuk meninggalkan organisasi tsb.

Pada suatu ketika, ada seseorang teman yang dulunya satu organisasi dan teman satu jurusan mengabari ku melalui pesan singkat “Rizki, ada Anggrek titip salam”

Saat itu aku sangat kaget, karena sudah hampir 2 tahun ini aku sama sekali sudah berusaha untuk melupakannya, meskipun dalam diam dan do’a selalu menyebut namanya untuk menjadi pendamping hidupku 😀

Tak selang berapa lama waktu itu, teman tsb kembali mengirimkan sebuah pesan yang membuatku sampai galau seharian itu , isi pesan tersebut adalah “Rizki, kalau kamu emang cowok silahkan datangi orang tua nya anggrek”.

Lho .. lho.

Saat itu, antara bingung, senang, campur aduk jadi satu. Sangat GEGANA banget. tanya teman sana sini, kemudian tanya ustadz, ini gimana kok begini. Padahal aku tidak ada memberikan harapan secara gamblang selama ini, bahkan berusaha untuk menutupi semuanya. Kemudian aku mencoba untuk menghubungi yang bersangkutan langsung, apakah benar apa yang disampaikan beliau kepada temannya itu. Dan ternyata…. itu BENAR.! How lucky i am, ! Hahah but, it’s not time. setelah diskusi panjang lebar kemudian akhirnya “Sekarang, kita serahkan sama Allah, apabila memang kita jodoh, tidak akan kemana”

Karena kondisi saat itu adalah kita masih sama-sama kuliah, sama – sama tingkat 4 . Menikah muda dalam kamus orang tua bahkan keluarga itu tidak ada. Sangat tidak ada, kecuali ada keajaiban dari Allah.

Hari hari berlalu, kemudian kita berpisah kembali, bertemu saat itu magang di yogyakarta. Saat itu kita saling berusaha untuk menjaga diri dan sikap, tidak ada sikap yang saling monoton yang kita tampilkan. Meskipun kita sempat berangkat bareng ke yogyakarta dan pulang bareng lagi ke padang. sama sekali tidak ada hal yang menonjol bahwa kita saling dekat dan ada perasaan. Aku sebisa mungkin berusaha untuk tidak menunjukkan sikap tidak  peduli ku padanya.

Lagipula saat itu kita tidak pernah jalan berdua, selalu bareng dengan teman2 yang lain. Dan di luar dari pembicaraan yang penting kita juga tidak ada komunikasi yang berlebihan, apalagi sampai pacaran terlebih pacaran islami kata orang – orang. Astagfiulllah.

Waktu demi waktu berlalu semenjak magang, kemudian aku lulus di politeknik dan nyambung lagi kuliah di ITB Bandung, sama sekali tidak pernah ada komunikasi. Sekedar say hallo, apa kabar saja tidak ada. Aku menjalani hari ku sendiri dan ia juga menjalani harinya sendiri, hanya saja di setiap do’a ku selalu terselip namanya, agar kelak bisa mendapatkan wanita shalihah seperti dirinya, bila bukan dia yang ditakdirkan Allah , mudah2an ada yang lebih baik.

Hingga di penghujung tahun 2014, tiba-tiba dia mengabari ke teman dekat ku bahwa ia akan datang ke bandung, minta bantuan mengerjakan Tugas Akhir. Saat itu mulai bingung lagi, bagaimana nanti aku bersikap? bagaimana nanti aku bisa menjaga diri dan perasaan? HIngga waktunya tiba, kita pun akhirnya bertemu di kampus ITB. Tidak ada sama sekali kondisi kita berduaan, selalu ada yang menemani. Aku sendiri juga gak kuku kalau berdua. HAHAH

Setelah masa pengerjaan tugas akhir itu selesai, semua nya selesai sampai disitu. Nothing special . Meskipun ada perasaan kembali muncul tapi sebisa mungkin aku pendam, karena aku sadar, izin keluarga masih belum ada.

Setelah selesai kuliah di bandung dan akhirnya kerja di jakarta kita lagi lagi tidak ada komunikasi. semua nya sudah clear begitu saja. tidak pernah ada komunikasi, dan lainnya. belajar menjaga diri dari hari demi hari.

Tak terasa sudah 5 tahun single, bukan jomblo lho ya, 😛 . Jomblo dan single itu BEDA pakai BANGET! 😀 semuanya terasa adem ayam, i feel free. kemana2 tidak ada yang ngalangin, tidak ada yang perlu dipusingkan. Selain itu, sudah 5  tahun sudah aku memendam perasaan yang sama untuk orang yang sama.  Hanya do’a do’a kecil yang selalu ku punjatkan pada illahi agar aku bisa bersama dengan nya. Menjadi kenyataan atau tidak. Wallahu ‘alam.

 

Bersambung..

 

 

 

Advertisements