Bismillah,
Siang itu aku masih bergelut di depan meci (macbook-red) yg berada di depan ku. Masih bekerja sembari menemani teman kantor yg ngajar training android. Aku sedang berusaha mengerjakan beberapa task project yg sudah lebih jadwal deadline nya. Beberapa permasalahan akhir-akhir benar2 menguras waktu, pikiran dan tenaga ku.
Bila berkata jujur rasanya aku sudah tak sanggup. Terlebih semenjak beberapa malam lalu tiba2 aku mimisan darah. Selama hidupku, baru kali itu aku mimisan darah. Rasanya sudah give up untuk semua ini. Tapi aku juga tidak tega untuk membiarkan semuanya berhenti disini saja.
Kini aku benar-benar sudah berada di titik kepasrahan tertinggi yg aku rasakan. Sudah tak tahu lagi apa yg hendak ku perbuat. Di setiap do’a ku aku selalu berharap kepada Allah untuk tetap sehat dan kuat menyelesaikan semua ini.
Terlebih melihat anggota team kntor yg entahlah, tak tau mau disebut seperti apa lagi.

Tiba-tiba ada sebuah chat masuk

“Rizki kamu kuliah s2 bareng pak **** di univ pakuan bogor mau rizki, sabtu aja masuknya pagi ampe sore”

“Di bogor kota pak? planning taun depan mau s2 sih pak. soalnya masih nanggung biaya adik sampai lulus s1 pak ” jawab ku

“Dibayarin smk” jawab bapak itu lagi

“Oh gtu tak pikir2 sek pak, soalnya ana juga belum ambil ijazah kemaren sih, masih ada tungakan”

“Wew, berapa tunggakannya ?”

“sktr 10 juta pak”

“Weleh ”

 

Dan percakapan terhenti sampai disitu. Aku masih berpikir panjang tentang tawaran yg diberikan oleh beliau. Masih banyak pertimbangan, antara adik, bapak dan keluarga lainnya.

Semoga Allah berikan jalan yang terbaik

dan semoga Allah menjadikan saya orang yang ridho terhadap semua takdir – takdirnya