younger-brother

 

Bismillah,
Si bungsu yg dari kecil hingga sekolah menengah atas sering banget bertengkar, hanya hal2 sepele.
Kadang hanya tatap mungka sebentar selepas itu pergi lagi. Karena aku yg merantau dan dia yg sering kali tidak d rumah. Paling ke rumah cuma mandi dan tidur aja, selebihnya sibuk dengan hoby nya bermain bola. Dari kecil hingga lulus SMA sangat susah sekali di atur, mngkin karena anak paling bontot.
Tapi semenjak kepergian emak, di panggil sama sang pencipta. Ia berubah 180 derajat. Kini ia sangat penurut, mau mendengarkan, mau d arahkan.
Dia adalah salah satu alasan untuk apa aku berjuang selama ini. Ingin bahagiakan dia, ingin meringankan beban bapak. Tak ingin lagi d usia senja bapak memikirkan tentang biaya kuliah dia, tentang biaya hidup nya sehari2 d perantaun.
Insya Allah aku pun ikhlas memendam setiap mimpi2 ku, memendam setiap ingin ku
Ku ingin dia bahagia, orang tua bahagia,
Bila mimpi ku itu muncul, aku seringkali berucap “someday ya ki, insya Allah ūüėä ”
Kini tak terasa masa kuliah nya sudah d penghujung. Insya Allah tak kurang 1 semester lagi.
Mudah2an Allah selalu memudahkan jalan untuk Nya.
Dan d setiap rasa lelah prjuangan ku selama ini, alhamdulillah ia juga tetap berusa memberikan yg terbaik, “uda, alhamdulillah aku dapat nilai bagus d kuliah. Tertinggi 3 ” “uda, alhamdulillah nilaiku naik dari semester sebelumnya”
Alhamdulillah, semoga Allah berikan yg terbaik buat kita, terbaik buat orang tua dan kelurga kita. Biarkan orang yg mencibir kita hari ini karena kekurangan kita, tpi yakinlah suatu saat nanti kita akan mengubah cibiran mereka menjadi tepuk tangan bahagia