Bila bertanya, kapan titik terjenuh dalam hidupku? Mungkin aku akan menjawab saat ini adalah titik terjenuh dalam hidupku.

Sulitnya beradaptasi, sulitnya untuk berkomunikasi, tekanan yang luar biasa membuat ku benar-benar berada di titik terjenuh dalam hidup. Beberapa kali aku merasakan aku tak lagi bisa berfikir bila sudah dimarahi. Aku baper? Mungkin iya

Ku akui memang, aku adalah orang yang sangat mudah bermain perasaaan, sangat sensitive sekali, mungkin lebih lembut dari sutera. HAHA

Dikit-dikit sedih, dikit-dikit galau, dikit-dikit aaah semua selalu sedikit-sedikit 😦

Beberapa kali kena merah, beberapa kali pula aku tak bisa berpikir sesaat. Rasanya sumpek, otak berada di titik tertumpu, tak mampu lagi berpikir dengan waras.

Sesaat aku terdiam, menghela nafas panjang dan menghembuskan lagi, kemudian mencoba berusaha lagi.

Aku benar-benar pasrah, selalu berdo’a agar semua ini benar-benar selesai dengan segera.

Aku akui, aku adalah orang yang bodoh, sangat sangat bodoh sekali kali ini. Entahlah, tapi aku merasa aku sangat-sangat bodoh, tak pantas untuk berada di posisi ini.

Culture pekerjaan 3 tahun ini yang sangat berbeda 360 derajat membuat ku benar-benar shocked, merasa sudah gak sanggup. Berkali-kali minta do’a ke istri agar d berikan kekuatan, dan berkali-kali pula ia bilang “kamu pasti kuat, kamu pasti bisa insya Allah”

Mencoba menarik nafas lagi, dan mencoba semangat lagi.

Allah, aku benar-benar sudah tawakkal, pasrah dengan apa yang terjadi, bila aku mau d marahi habis-habisan, mau di apakan saja aku pasrah, aku tau ini salah ku, ini kekurangan ku, aku menyadari aku tak pantas untuk ini.

Disisa-sisa waktu yang ada disini, aku sangat sangat mohon kepada mu ya rabb, berikan kekuatan, berikan aku kemudahan untuk menyelesaikan semua task yang ada, Mudahkan lah hamba ya Rabb, 😦